Tujuan praktikum ini yaitu mahasiswa mampu installasi Laravel, membuat project baru Laravel, mengenal struktur Laravel, konsep MVC laravel
htdocs, misalnya dengan nama Laravel.
cd C:\xampp\htdocs\laravel
composer global require "laravel/installer"
laravel new laravel-sisfo
Setelah perintah selesai dieksekusi, maka folder laravel-sisfo akan dibuat dan berisi file-file project Laravel Anda.
htdocs (misalnya: C:\xampp\htdocs\laravel).
composer create-project laravel/laravel=^12.0 laravel-sisfo --prefer-dist
Perintah ini akan membuat folder baru bernama laravel-sisfo yang berisi project Laravel versi 12.
cd laravel-sisfo
php artisan serve
Setelah perintah php artisan serve dijalankan, akan muncul URL seperti http://127.0.0.1:8000. Buka URL tersebut di browser untuk melihat tampilan awal Laravel.

buka file .env kemudian isikan konfigurasi datababse berikut ini.
DB_CONNECTION=mysql
DB_HOST=127.0.0.1
DB_PORT=3306
DB_DATABASE=laravel_sisfo
DB_USERNAME=root
DB_PASSWORD=
Buka terminal/cmd kemudian ketikkan perintah berikut ini.
composer require laravel/ui
Jika berhasil maka akan tapil seperti gambar berikut ini.
Ketikkan berikut pada terminal/cmd php artisan ui bottstrap --auth,
Jika berhasil maka akan tampil sepert gambar berikut
Ketikkan perintah npm install && npm run dev untuk mengistall dan compile file -file asset bawaan
, dengan perintah di atas maka file-file yang dibutuhkan untuk authentication akan di generate secara otomatis, seperti
halaman login, register dan forgot password, selain itu juga akan di generate controller auth dan view seperti gambar berikut.
Selain itu juga digenerate view untuk authentication seperti gambar berikut.
Ketikkan perintah php artisan migrate maka Laravel akan membuat migration table authentication, jika sebelumnya belum terdapat
database maka akan dikonfirmasi dari laravel apakah akan dbuatkan databasenya atau tidak migration berhasil
maka akan tampil seperti tampilan berikut.
Jika instalasi berhasil maka aplikasi sisfo sudah memiliki fitur authentication bawaan dari laravel, berikut tampilan fitur authenticatioin dari Laravel
Akses url http://127.0.0.1:8000/login pada browser maka akan tapil halaman login seperti berikut.
Akses url http://127.0.0.1:8000/register pada browser maka akan tapil halaman login seperti berikut.
Selanjutnya slahkan coba registrasi dan lakukan login ke aplikasi, jika tampila maka akan tampil seperti gambar berikut
Authentication Laravel secara otomatis akan mengenerate table Users yang berisi tentang informasi data user, berikut struktur table users.
Dari stuktur table users diatas maka perlu ditambahken beberapa field yaitu username, level dan
status, maka perlu membuat sebuah migration untuk menambahkan field-field diatas, ketikkan
perintah berikut pada terminal atau cmd.
php artisan make:migration costum_table_user
selanjutnya buka folder database/migration/ seperti gambar berikut.
Kemudian buka file yang diakhiri costum_table_users.php dan isikan dengan kode program berikut.
Kemudian jalankan perintah php artisan migrate, jika berhasil maka struktur table users telah berubah sesuai dengan kebutuhan aplikasi.
Setelah berhasil melakukan costum table users selanjutnya membuat user menggunakan fitur
seeding pada Laravel, buat seeder dengan nama AdminSeeder dengan perintah :
php artisan make:seeder AdminSeeder
maka secara otomatis file AdminSeeder.php akan dibuat pada folder database/Seeder.
Kemudian buka file tersebut dan buat akun admin seperti kode program berikut.
Selanjutnya untuk menjalankan seeding dengan cara menjalankan perintah berikut .
php artisan db:seed --class=AdminSeeder
jika berhasil maka akan tampil seperti gambar berikut.
Jika sudah berhasil menambahkan user maka dapat login ke aplikasi menggunakan akun tersebut.
Authentication Laravel secara otomatis mengenerate tampilan dashboard aplikasi, Langkah selannjutnya kita akan konfigurasi tampilan aplikasi sesuai dengan template yang kita pilih, ada studi kasus ini kita akan menggunakan template SB Admin 2 dengan framework bootstrap, silahkan downloah template pada link https://startbootstrap.com/theme/sb-admin-2 kemudian extrak, selanjutnya buat folder pada public project Laravel dengan nama sbadmin dan copy paste kan seluruh asset template sbadmin kedalam folder tersebut.
Buka file app.blade.php pada folder view/layouts kemudian ganti dengan kode program dibawah ini.
Sehingga tampilan login akan berubah seperti gambar dibawah ini.
Selanjutnya membuat layout global yang mana layout ini akan digunakan sebagai layout utama
aplikasi dan view-view lain akan mengambil resource disini, karena app.blade.php sudah
digunakan untuk view login, maka kita perlu membuat layout baru, silahkan buat file dengan
nama main.blade.php pada folder view/layouts dan isikan dengan kode program berikut ini.
Penjelasan :
Pada layouts main.blade.php diatas layout ini akan memanggil view sidebar.blade.php dan
view topbar.blade.php kedalam layout main.blade.php dengan menggunakan perintah
@include sehingga tampilan kedua view tersebut akan tampil pada layout main. Selanjutnya
juga akan menampilkan data judul dan konten dari view yang akan menggunakan layouts
main.blade.php dengan perintah @yeild(‘judul’) dan @yeild(‘konten).
Buat file pada folder layouts dengan nama sidebar.blade.php dan isi dengan kode program berikut.
Buat file pada folder layouts dengan nama topbar.blade.php dan isi dengan kode program berikut.
Cara penggunaan layouts main.blade.php
Sebagai contoh kita akan menggunakan view home.blade.php, buka file tersebut dan isikan
dengan kode program berikut.
Penjelasan:
Untuk menggunakan layouts main menggunakan @extends(‘layouts.main’) sehingga seluruh
tampilan main.blade.php akan ditampilkan pada view home, untuk menampilkan data judul
pada layout main dengan perintah @section(‘judul’)Dashboard @endsection dan konten
dengan cara @section(‘judul’)Dashboard @endsection
Jika konfigurasi layout berhasil maka akan tampil seperti gambar berikut.